Nama :
Hesti Ambarwati
Kelas :
PBSI 2016 A
NIM :
166054
AFIKSASI
PEMBENTUKAN AJEKTIVA
Menurut chaer (2008:169)kata yang
berkategori ajektiva merupakan kata yang tidak perlu melalaui proses pemberian
afiks dan berupa kata yang telah jadi atau bentuk yang berupa akar. Jadi, tidak
sama dengan kata-kata berkategori nomina dan verba yang sebagian besar terlebih
dahulu dibentuk dengan proses afiksasi.
Menurut Kridalaksana (1989) dan Alwi
(1998) dalam buku Morfologi Bahasa Indonesia (pendekatan proses) menjelaskan
bahwa ada sejumlah kata berafiks yang bentuk dasarnya berkategori makna (+
sifat) atau (+ keadaan) digolongkan juga sebagai kata berkelas ajektifa. Memang
diakui juga bahwa kata bentukan tersebut bertumpang tindih dengan kategori
lain.
Ciri gramatikal kosakata bahasa Indonesia
‘asli’ yang berkategori ajektifa memang tidak tampak. Hal ini berbeda dengan
kosakata yang berasal dari unsur serapa bahasa Arab, bahasa Inggris dan bahasa
Belanda. Kita hanya mengenal kosakata berkategori ajektifa yang berasal ‘asli’
bahasa Indonesia dari segi semantik dan segi fungsi.
1. Dasar
ajektiva berprefiks asli Indonesia
Terdapat
beberapa buku atau literatur yang menyatakan adanya ketumpangtindihan kata-kata
berkelas ajektiva dengan kelas lain, seperti kelas nomina dan verba. Berikut kata-kata
berafiks yang bertumpang tindih.
a)
Dasar
Ajektiva Berprefiks pe-
Terdapat dua macam
pembubuhan prefiks pe- pada dasar
ajektiva, yaitu pertama yang diimbuhkan secara langsung dan kedua yang
diimbuhkan melalui verba berafiks me-kan.
Pemberian afiks pe-
secara langsung dapat terjadi kalua dasar ajektiva itu memiliki komponen makna
(+sikap batin) dan memahami makna gramatikal ‘yang memiliki sifat (dasar)’
Misalnya:
Pemalu pendendam
Pemarah pembenci
Pemberian prefiks pe- melalui verba berklofiks me-kan dapat terjadi apabila dasar
ajektiva memiliki komponen makna (+keadaan fisik) dan memberi makna gramatikal
‘yang menjadikannya (dasar)’
Misalnya:
Pembersih pengotor
Pemutih pelicin
b) Dasar Ajektiva Berprefiks se-
Pemberian prefiks se-
memberi makna gramatikal sama (dasar). Contoh setinggi B yang artinya sama
tinggi dengan B. Prefriks se- dasar ajektifa bertugas membentuk tingkat
perbandingan ‘sama’ atau sederajat dalam satu sistem perderajatan atau masuk
dalam tingkat perbandingan.
-setinggi => sama
tinggi = tingkat perbandingan sama
-tinggian => lebih tinggi = tingkat perbandingan lebih
- tertinggii => paling tinggi = tingkat perbandingan paling
c) Dasar Ajektiva Berprefiks -an
Pemberian sufiks –an memiliki makna gramtikal “lebih (dasar)”
Contoh : “pintaran”
memiliki makna lebih pintar dan masih dalam tingkatan perbandingan.
d) Dasar Ajektiva Berprefiks ter-
Pengimbuhan ter- pada
semua dasar ajektifa memiliki makna gramatikal paling (dasar).
Contoh : “termahal”
memiliki makna paling mahal dan masih dalam tingkatan perbandingan.
Ada kata yang berprefiks
ter- yang berkatergori ajektifa karena
dapat didahului adverbia agak dan sangat
karena memiliki makna (+ keadaan)
Contoh : tertingal =>
agak tertinggal, sangat tertinggal.
e) Dasar Ajektiva Berprefiks ke-an
Pengimbuhan ke-an terjadi
apabila dasar ajektifa memiliki komponen
makna gramatikal (+ warna)
Contoh : Kehitaman, “agak
hitam”, dan terkadang dipertegas dengan pengulangan atau reduplikasi misal :
kehitam hitaman.
a. Makna
gramatikal : apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+warna), (+rasa)
atau (+ukuran)
Contoh:
Kehitaman : terlalu hitam
Kekecilan : terlalu kecil
Kekenyangan : terlalu kenyang
b. Makna
gramatikal : apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+sikap batin)
Contoh:
Ketakutan : hal takut
Kekecewaan : hal kecewa
c. Makna
gramatikal : apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+rasa fisik)
Contoh:
Kepanasan : mengalami panas
Kedinginan : mengalami dingin
f) Dasar Ajektiva Berklofiks me-kan
Dasar me-kan memiliki
makna gramatikal “menyebabkan jadi (dasar)” apabila memiliki komponen makna (
sikap batin).
Contoh :
Memalukan : menyebabkan malu
Dasar ajektifa berklofiks
me-kan mempunyai katrgori ajektifa dan verba dan dapat didahului oleh adverbia
agak dan sangat dan sebagai verba dapat diikuti oleh sebuah objek.
Contoh :
Agak mengkhawatirkan kami : sangat mengkhawatirkan kami.
g) Dasar Ajektiva Berklofiks me-i
Dasar ajektifa me-i
memiliki makna gramatikal “merasa (dasar) pada” apabila memiliki kompoen makna
(+ rasa batin).
Contoh : mencintai
“merasa cinta pada”
Dasar ajektifa dengan
klofiks me-i memiliki kategori ajektifa dan verba, juga dapat didahului oleh
adverbia agak dan sangat dan sebagai
verba dapat dikuti oleh objek, agak mengangumi permainanya artinya sangat mengagumi
permainannya.
h) Dasar Lain berkomponen makna
(+keadaan)
Kosa kata ajektifa dalam
bahasa Indonesia merupakan barang jadi tetapi banyak pula yang tidak. yang
berkategori ajektifa itu memiliki komponenn makna (+ bendaan) atau (+ tindakan).
Misalnya ajektifa merah dan
kuning sehinga keduanya bisa didahului negasi bukan merah dan tidak merah sama
- sama berterima. ajektifa marah dan benci juga memiliki komponen makna (+
tindakan). sebaliknya nomina untung dan rugi juga memiliki makna (+ keadaan)
sehingga keduanya sama-sama dapat diberi negasi bukan dan tidak jadi
bentuk-bentuk bukan untung dan tidak rugi sama-sama berterima. kata turunan
merugikan bisa disebut verva juga termasuk kategori ajektifa.
i) Pembentukan Ajektiva dengan “afiks”
serapan
Menurut Pedoman Ejaan
Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) dan buku Pedoman Pembentukan Istilah
(PPI) penyerapan istilah dari bahasa asing dilakukan secarah utuh bukan
terpisah antara dasar dengan afiksnya. misalnya kata standar (huruf d-nya
dibuang) standardition (-dition disesuaikan menjadi –disasi).begitu pula dengan
object menjadi objek, objective menjadi objektif.
1) Kata serapan dari Bahasa Inggris dan
Belanda
Yang berkatergori ajektif
dapat kita kenali dari “akhiran” (dalam tanda petik). seperti :
a. If
: aktif, pasif, objektif, konsultatif.
b. Ik
: patriotic, akademik, pluralistik.
c. Is
: teknis, akademis, kronologis.
d. Istis
: egistis, materialistis, optimis.
e. Al
: konseptual, gramatikal, individual.
f.
Il : komersil, idiil, prinsipil.
2) Kata serapan dari Bahasa Arab
Yang berkategori ajektiva
dapat kita kenali dari “akhiran” (dalam tanda petik)
a.
I :
islami, jasmani, rohani.
b.
Iah :
islamiah, jasmaniah, rohaniah.
c.
Wi :
duniawi, nabawi, surgawi.
d.
In :
muslimin, mukminin, hadirin.
e.
At :
hadirat, muslimat, mukminat.
DAFTAR RUJUKAN
Chaer,
abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia
(Pendekatan Proses). Jakarta: PT RINEKA CIPTA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar