Rabu, 10 Januari 2018

MORFOLOGI DAN ILMU KEBAHASAAN LAIN

Nama   : Hesti Ambarwati
Kelas   : PBSI 2016 A
NIM    : 166054
MORFOLOGI DAN ILMU KEBAHASAAN LAIN
Chaer, abdul 2008: 6 mengatakan bahwa sebagai ilmu yang mengambil salah satu bagaian dari kebahasaan, tentu saja morfologi mempunyai hubungan dengan ilmu kebahasaan lainnya, seperti:
1.      Dengan Leksikologi
Morfologi merupakan ilmu tentang bentuk dan pembentukan kata, sedankan leksikologi adalah ilmu mengenai leksikon yang satuannya disebut leksem. Morfologi lebih mengarah pada masalah proses pembentukan kata, sedangkan leksikologi lebih mengarah pada kata yang sudah jadi, baik yang terbenuk secara arbiter, maupun yang terbentuk sebagai hasil proses morfologis. Dalam semantik, morfologi membicarakan makna gramatikal, maka leksikologi membicarakan makna leksikal dengan berbagai aspek dan masalahnya.
2.      Dengan Leksikografi
Leksikografi adalah kelanjutan dari leksikologi, dalam arti kalau hasil kerja leksikologi dituliskan, maka proses kerja penulisan itu disebut leksikografi, dan hasilnya adalah sebuah kamus. Dalam penyusunan kamus bidang morfologi ini memegang peran penting. Sebagaian besar proses penyusunan kamus “mengurusi” masalah bentuk dan pembentukan kata, dan yang sebagaian lagi adalah berkenaan dengan kerja penyusunan definisi, atau penjelasan mengenai makna kata.
3.      Dengan Etimologi
Morfologi membicarakan proses pembentukan kata yang berlaku secara umum sebagai suatu system berkaidah. Sedangkan etimologi membicarakan pembentukan atau terbentuknya kata atau asal-usul yang tidak berkaidah, misalnya kata sekaten (dalam bahasa Jawa) berasal dari kata bahasa Arab Syahadatain yaitu ucapan dua kalimat syahadat.
4.      Dengan Filologi
Morfologi membicarakan proses pembentukan kata dari sebuah dasar melalui salah satu proses morfologi sehingga terjadi kata. Sedangkan filologi membicarakan kata yang terdapat dalam naskah dalam kaitannya dengan sejarah dan budaya.
Unsur ( Konstruksi Kata)

KATA                     1 morfem
                                2 morfem             Unsur Kata
                                3 morfem

                                Lebih dari 3 morfem

                                    Morfem dasar              Morfem bebas
                                                                        Morfem terikat
Contoh :
Berpendidikan

Ber      pendidikan

{pen-}             didikan

            didik                {-an}
 


Morfem dasar
Bentuk dasar
Akar

DAFTAR RUJUKAN
Chaer, abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta: PT RINEKA CIPTA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar