Nama :
Hesti Ambarwati
Kelas :
PBSI 2016 A
NIM :
166054
Reduplikasi
Menurut pendapat dari Abdul Chaer
(2008: 178) menyatakan bahwa Reduplikasi atau pengulangan bentuk suatu
kebahasaan merupakan gejala yang terdapat dalam banyak bahasa di dunia. Dalam
bahasa Indonesia reduplikasi merupakan mekanisme yang penting dalam pembentukan
kata, di samping afiksasi, komposisi dan akronimisasi. Meskipun reduplikasi
yang utama adalah masalah moefologi, masalah pembentukan kata, tetapi tampaknya
ada juga reduplikasi yang menyangkut masalah fonologi, masalah sintaksis, dan masalah
semantik. Sebelum membicarakan reduplikasi sebagai mekanisme dalam morfologi
adabaiknya kita membahas dulu reduplikasi sebagai masalah fonologi, masalah
sintaksis, dan masalah semantik.
Reduplikasi Fonologi
|
Reduplikasi Sintaksis
|
Reduplikasi Semantik
|
Reduplikasi Morfologi
|
a. Reduplikasi
fonologis
Menurut
buku yang dikarang Abdul Chaer (2008:179) mengemukakan Reduplikasi
fonologi berlangsung terhadap dasar yang bukan akar atau terhadap bentuk
yang statusnya lebih tinggi dari akar. Status bentuk yang diulang tidak
jelas dan reduplikasi fonologis ini tidak menghasilkan makna gramatikal,
melainkan menghasilkan makna leksikal. Yang termasuk reduplikasi ini adalah :
1)
Kuku, dada, pipi, cincin,
dan sisi. Bentuk tersebut adalah sebuah
kata yang bunyi kedua suku katanya sama.
2) Foya-foya,tubi-tubi,sema-sema, anai-anai dan ani-ani. Bentuk ini diulang secara utuh,
bentuk dasarnya tidak berstatus sebagai akar mandiri dan tidak ada dalam Bahasa
Indonesia.
3) Laba-laba,kupu-kupu,paru-paru,onde-onde dan rama-rama. Bentuk ini jelas sebagai bentuk
ulang dan dasarnya pun ada. Tetapi reduplikasinya tidak menghasilkan makna
gramatikal namun makna leksikal`
4) Mondar-mandir,luntang-lantung,lunggang-langgang,kocar-kacir
dan teka-teki. Bentuk ini tidak
diketahui akar yang menjadi dasar pengulangannya. Dan maknanya adalah makna
leksikal bukan gramatikal serta disebut kata ulang semu.
b. Reduplikasi
sintaksis
Reduplikasi ini merupakan proses pengulangan
terhadap sebuah dasar yang biasanya berupa akar, tetapi menghasilkan satuan
bahasa yang statusnya lebih tinggi daripada sebuah kata. Kridalaksana
(1989) menyebutnya menghasilkan sebuah ‘ulangan kata’, bukan ‘kata ulang’.
Contoh: suaminya benar benar jantan.
c. Reduplikasi
semantis
Reduplikasi ini merupakan pengulangan “makna” yang sama dari dua buah
kata yang bersinonim. Contoh: kata ilmu dan kata pengetahuan
memiliki makna yang sama. Bentuk seperti ini dalam buku tata bahasa dimasukkan
dalam kelompok reduplikasi berubah bunyi (dwilingga salin suara).
d. Reduplikasi
morfologis
Reduplikasi ini dapat terjadi bentuk dasar yang berupa akar, berupa
bentuk afiks dan komposisi.Prosesnya dapat berupa pengulangan utuh, pengulangan
berubah bunyi dan pengulangan sebagaian.
1)
Pengulangan Akar
Bentuk
dasar yang berupa akar memiliki tiga macam proses pengulangan, yaitu
pengulangan utuh, sebagian dan perubahan bunyi.
Pengulangan
|
Artinya
|
Bentuk dasar
|
Kata
|
Utuh
|
Dasarnya diulang tanpa melakukan perubahan bentuk fisik dari akarnya.
|
meja
|
meja-meja
|
Sebagian
|
Bentuk dasar itu hanya salah satu suku katanya saja disertai dengan
“pelemahan” bunyi`
|
tangga
|
Tetangga
|
Dengan perubahan bunyi
|
Bentuk dasarnya diulang tetapi disertai dengan perubahan bunyi.
|
-
|
ramah-tamah
|
2)
Pengulangan Dasar Berafiks
Disini terdapat tiga macam proses afiksasi:
§ Pertama, akarnya diberikan afiks dulu, baru
kemudian diulang atau di reduplikasikan. Contoh: lihat me- lihat melihat-lihat
§ Kedua, akarnya di reduplikaikan dulu kemudian
diberikan afiks. Contoh : jalan jalan-jalan
ber- jalan-jalan
§ Ketiga, akarnya diberi afiks dulu dan diulang
secara bersamaan. Contoh : minggu ber minggu-minggu
Berikut
ini dibicarakan proses itu dengan afiksnya satu per satu:
Akar
|
Arti
|
Kata dasar
|
Kata
|
Berprefiks ber-
|
a. Dilakukan pengulangan sebagian
b. Dilakukan pengulangan sebagian
|
a. ber + lari
b. ber + hari
|
a. berlari-larian
b. berhari- hari
|
Berkonfiks ber-an
|
Direduplikasikan sebagian hanya akarnya
|
Berpelukan
|
berpeluk- pelukan
|
Berprefiks me-
|
a. Bersifat progresif dan kelompok
b. Bersifat regresif
|
a. menari
b. memukul
|
a. menari- nari
b. pukul- memukul
|
Berklofiks me-kan
|
Direduplikasikan hanya akarnya saja
|
Melebihkan
|
melebih- lebihkan
|
Berklofiks me-i
|
Direduplikasikan hanya akarnya saja
|
Melempari
|
melempar- lempari
|
Berprefiks pe-
|
Direduplikasikan secara utuh
|
Pembina
|
pembina- pembina
|
Berkonfiks pe- an
|
Direduplikasikan secara utuh
|
Pendirian
|
pendirian- pendirian
|
Berkonfiks per- an
|
Direduplikasikan harus secara
utuh
|
Peraturan
|
peraturan- peraturan
|
Bersurfiks –an
|
a. Mengulang secara utuh bentuk afiksnya
b. Mengulang akarnya sekaligus dengan pengulangannya
|
a. tulisan
b. biji
|
a. tulisan- tulisan
b. biji- bijian
|
Berprefiks se-
|
a. Diulang secara utuh
b. Diulang hanya akarnya
|
a. sekali
b. baik
|
a. sekali- sekali
b. sebaik- baik
|
Berprefiks ter-
|
Direduplikasikan hanya akarnya saja
|
Tawa
|
tertawa- tawa
|
Berkonfiks se- nya
|
Direduplikasikan hanya akarnya saja
|
Tinggi
|
setinggi- tingginya
|
Berkonfiks ke- an
|
Direduplikasikan hanya akarnya saja
|
Biru
|
kebiru- biruan
|
Berinfiks (-em-, el-, -er-, -m-)
|
Direduplikasikan sekaligus dalam infiksasi dan proses reduplikasi
|
Tali
|
tali- temali
|
3) Reduplikasi Kompositum (gabungan kata)
Dibedakan menjadi :
§ Kompositum yang kedua unsurnya sederajat . Contoh: tua
muda- tua muda.
§ Kompositum yang kedua unsurnya tidak sederajat.
Contoh: surat- surat kabar.
e. Reduplikasi
dasar nomina
Dasar nomina ini apabila direduplikasikan akan melahirkan makna
gramatikal yang menyatakan:
·
Banyak
·
Banyak dan bermacam-macam
·
Banyak dengan ukuran tertentu
·
Menyerupai atau seperti
·
Saat atau waktu
Bentuk dasar dan bentuk reduplikasi yang melahirkan makna gramatikal
tersebut akan di bahas sebagai berikut:
Dasar nomina
|
Makna gramatikal
|
Komponen
|
Contoh
|
Berupa akar, bentuk berprefiks pe-,ke-, bekonfiks pe-an, per-an,
ke-an bersufiks –an
|
banyak
|
(+ terhitung)
|
Ancaman-ancaman
|
Dalam bentuk akar
|
banyak dan bermacam-macam
|
(+ berjenis)
|
kacang- kacangan
|
Dalam bentuk dasar
|
banyak dengan satuan ukuran tertentu
|
(+ ukuran) atau
(+ takaran)
|
berliter- liter
|
Dalam bentuk akar
|
menyerupai atau seperti
|
(+ bentuk tertentu) atau (+ sifat tertentu)
|
mobil-mobilan
|
Dalam bentuk akar
|
saat
|
(+ saat)
|
pagi- pagi
|
f.
Reduplikasi dasar verba
Bentuk dasar dan bentuk reduplikasi yang melahirkan makna gramatikal
tersebut akan di bahas sebagai berikut:
Makna gramatikal
|
Komponen
|
Contoh
|
Kejadian (tindakan) berulang kali
|
(+ tindakan) dan (- durasi)
|
menembak-nembak
|
Kejadian berintensitas
|
(+ tindakan) dan (+ durasi)
|
bermain- main
|
Berbalasan
|
(+ tindakan) dan (- durasi)
serta prefiks me- regresif
|
salah- menyalahkan
|
Dilakukan tanpa tujuan ‘dasar’
|
(+ tindakan) dan (+ durasi)
|
duduk- duduk
|
Hal me…
|
(+ tindakan) dan (+ durasi)
serta prefiks me- regresif
|
tari- menari
|
Begitu (dasar)
|
(+ tindakan) dan (+ saat)
|
datang- datang
|
g. Reduplikasi
dasar ajektiva
Makna gramatikal reduplikasi ini sangat tergantung pada konteks
kalimatnya. Jadi, ada kemungkinan bentuk reduplikasi yang sama akan memiliki
makna gramatikal yang berbeda.Bentuk dasar dan bentuk reduplikasi yang
melahirkan makna gramatikal tersebut akan di bahas sebagai berikut:
Makna gramatikal
|
Komponen
|
Contoh
|
Banyak yang dasar
|
(+ keadaan) dan (+ ukuran)
|
nakal- nakal
|
Se (dasar)
|
(+ keadaan) dan (+ ukuran)
|
lebar- lebar
|
Hanya yang (dasar)
|
(+ keadaan) dan (+ ukuran)
|
besar- besar
|
Sedikit bersifat (dasar)
|
(+ keadaan) dan (+ warna)
|
kebiru- biruan
|
Meskipun (dasar)
|
(+ keadaan) dan (+ sikap)
|
pintar- pintar
|
Sama (dasar)
|
(+ keadaan) dan (+ ukuran)
|
secantik- cantik
|
Intensitas
|
(+ keadaan) dan (+ ukuran)
|
menjelek- jelekkan
|
h. Reduplikasi
kelas tertutup
Kata yang termasuk kelas tertutup adalah kata- kata yang termasuk dalam kelas adverbia, promina,
numeralia, konjungsi, artikulus, dan interjeksi. Kata dalam kelas ini ada yang
mengalami proses reduplikasi. Namun, makna- makna dalam proses tersebut sukar
dikaidahkan. Oleh karena itu jumlahnya terbatas maka akan dijelaskan sebagai
berikut:
Reduplikasi Dasar
|
Kosakata
|
Yang Terlibat
|
Contoh
|
1. Adverbia Negasi
|
Bukan, tidak, tak, dan tiada.
|
Bukan dan tidak
|
Disini kamu jangan berbicara yang tidak- tidak.
|
2. Adverbia Larangan
|
Jangan dan tidak boleh
|
Jangan
|
Mari kita segera pulang, jangan-janganayah sudah
di rumah.
|
3. Adverbia Kala
|
Lampau (sedang, tengah)
Kala kini (lagi)
Kala yang akan datang ( akan dan mau)
|
sudah dan akan
|
Kerjanya hanya mengumpulkan harta seakan-akan
dia bisa hidup selamanya .
|
4. Adverbia Keharusan
|
Kemungkinan (barangkali, kali, dan mungkin)
Keharusan (mau, ingin, dan hendak)
Boleh
|
Kali, mau, dan boleh
|
Boleh- boleh saja
kalau Anda mau mengajukan usul itu.
|
5. Adverbia Jumlah
|
Banyak, sedikit, lebih, kurang, dan cukup
|
Semuanya terlibat
|
Setelah diberi gula harus diberi air banyak- banyak.
|
6. Adverbia Taraf
|
Agak, sangat, amat, sekali, sedang, kurang, dan
paling
|
Agak dan paling
|
Harganya paling- paling seribu rupiah.
|
7. Adverbia Frekuensi
|
Sekali, jarang, sering, dan lagi
|
Semuanya terlibat
|
Jangan sekali- kali kau langgar peraturan itu.
|
8. Adverbia Tanya
|
Apa, siapa, berapa, mana, kenapa, mengapa, bagaimana
|
Semuanya terlibat
|
Dia bukan siapa- siapa, maka jangan takut.
|
9. Promina Persona
|
Saya dan aku sebagai orang pertama tunggal; kami
sebagai orang pertama jamak eksklusif; kita sebagai orang pertama jamak
inklusif; kami, engkau dan anda sebagai orang kedua tunggal; kalian dan kamu
sekalian sebagai orang kedua jamak; dia, ia dan beliau sebagai orang ketiga
tunggal dan mereka sebagai orang ketiga jamak
|
Semuanya terlibat
|
Beliau- beliau diataslah yang mengerti masalah
sebenarnya.
|
10. Promina demonstratifa
|
Ini, itu, begini dan begitu
|
Semuanya terlibat
|
Mengapa yang ini- ini saja yang kamu tuntut.
|
11. Numeralia
|
Nama bilangan
|
Semuanya terlibat
|
Mereka diberi uang seratus- seratus.
|
12. Kunjungsi koordinatif
|
Dan menyatakan gabungan
Serta menyatakan kesertaan
Melainkan menyatakan kebalikan bahkan dan malah (an)
menyatakan penguatan
Kemudian, setelah, sesudah, dan lalu menyatakan
hubungan waktu
|
Semuanya terlibat
|
Kita tidak perlu mengangat lagi kejadian yang lalu-
lalu.
|
13. Konjungsi subordinatif
|
Karena, sebab, asal, dan lantaran menyatakan sebab
Kalau, jika, jikalau, andai, andaikata, dan
seandainya menyatakan persyaratan
Meski (pun), biar (pun), kendati (pun) menyatakan
penguatan
Hingga, sehingga dan sampai menyatakan batas
Kecuali
|
Kalau, andai dan sampai
|
Mari kita ke kebun, kalau- kalau ada durian jatuh.
|
DAFTAR RUJUKAN
Chaer, abdul.
2008. Morfologi Bahasa Indonesia
(Pendekatan Proses). Jakarta: PT RINEKA CIPTA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar