Nama :
Hesti Ambarwati
Kelas :
PBSI 2016 A
NIM :
166054
AFIKSASI PEMBENTUKAN VERBA
Afiksasi adalah salah satu proses
dalam pembentukan kata turunan baik berkategori verba, nomina, maupun ajektiva.
Dalam bab ini akan dibicarakan pembentukan verba turunan itu, dalam dalam
berikutnya akan dibicarakan pembentukan nomina dan ajektiva.
Afiksasi pembentukan verba :
1. prefiks ber-
2. konfiks dan klofiks ber-an
3. klofiks ber-kan
4. sufiks– kan
5. sufiks-i
6. prefiks per-
7. kofiks per-kan
8. konfiks per-i
9. prefiks me-
10. prefiks di-
11. prefiks ter-
12. prefiks ke-
13. prefiks ke-an
- Verba
Berprefiks ber-
Bentuk dasar pembentukan verba
prefiks ber- dapat berupa:
Bentuk dasar pembentukan verba
prefiks ber-, contoh :
- Morfem dasar
terikat, seperti : bertempur, berkelahi, berjuang.
- Morfem dasar bebas,
seperti : berladang, bertenak, bergaya.
- Bentuk turunan
berafiks, seperti : berpakaian, beraturan, berpendapatan. Jadi, disini
prefiks ber- diimbuhkan pada dasar yang terlebih dahulu sudah diberi afiks
lain.
- Bentuk turunan
reduplikasi, seperti : berlari-lari, berkeluh-kesah.
- Bentuk turunan hasil
komposisi, seperti : berjual-beli, bertemu-muka.
1.1
Verba
berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ‘mempunyai (dasar)’ atau ‘ada
(dasar)nya’
Apabila bentuk dasarnya mempunyai komponen makna
(+benda), (+umum) dan (+bagian). Contoh :
- Berayah
‘mempunyai ayah’
- Bermesin
‘ada mesinnya’
- Berjendela
‘ada jedelanya’
1.2
Verba
berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ‘memakai’ atau ‘mengenakan’
Apabila bentuk dasarnya mempunyai komponen makna
(+pakain) atau (+perhiasan). Contoh :
- Berjilbab ‘memakai
jilbab’
- Berkalung ‘memakai
kalung’
- Berpita
‘memakai pita’
1.3
Verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ‘mengendarai’, ‘menumpang’,
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+kendaraan). Contoh :
- Bersepeda
‘mengendarai sepeda’
- Berkuda ‘naik kuda’
- Bermobil ‘naik
mobil’
Catatan!!
Bentuk sperti berbemo, berbus,
berangkot. Bertaksi dan berpesawat secara actual memang belum lazim digunakan
orang. Tetapi secara gramatikal bentuk-bentuk tersebut berterima.
1.4 Verba berprefiks ber- memiliki makna
gramatikal ‘berisi’ atau ‘mengandung’
Apabila bentuk dasarnya memiliki kompone (+benda),
(+dalaman), atau (+kandungan). Contoh :
- Beracun ‘mengandung
racun’
- Berkuman ‘mengandung
kuman’
- Berdarah ‘mengandung
darah’
Catatan!!
Makna ‘mengandung’ atau ‘berisi’ bisa juga bermakna
‘mempunyai’ atau ‘ada dasarnya’ . Jadi berair bisa bermakna ‘mengeluarkan’
Lihat bab 1.5
1.5 Verba berprefiks ber- memiliki makna
gramatikal ‘mengeluarkan’, ‘menghasilkan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen (+benda), (+hasil) atau (+keluar). Contoh “
- Bertelur
‘mengeluarkan telur’
- Berair mata
‘mengeluarkan air mata’
- Bernanah
;mengeluarkan nanah’
1.6
Verba
berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ‘mengusahakan’ atau ‘mengupayakan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+bidang usaha). Contoh:
·
Berladang ‘mengusahakan lading’
·
Bersawah ‘mengerjakan sawah’
·
Berternak ‘mengusahakan ternak’
1.7
Verba
berprefik ber- memiliki makna gramatikal ‘melakukan kegiatan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+benda) dan (+kegiatan). Contoh “
·
Berdebat ‘melakukan debat’
·
Bersenam ‘melakukan senam’
·
Berolahraga ‘melakukan olahraga’
1.8
Verba
berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ‘mengalami’ atau ‘berada dalam
keadaan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+perasaan batin). Contoh :
·
Bergembira ‘dalam keadaan gembira’
·
Bersedih ‘dalam keadaan sedih’
·
Bersenang-senang ‘dalam keadaan senang’
1.9
Verba
berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ‘menyebut’ atau ‘menyapa’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+kerabat) dan (+sapaan). Contoh :
·
Berkakak ‘menyebut kakak’
·
Beradik ‘menyebut adik’
Catatan!!
Bentuk berabang dan yang lain lain
diatas dapat juga bermakna gramatikal ‘mempunyai’. Maka dalam hal ini konteks
kalimat sangat menentukan makna gramatikal itu.
1.10
Verba
berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ‘kumpulan’ atau ‘kelompok’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+jumlah) atau (+hitungan). Contoh :
·
Berdua ‘kumpulan dari dua orang’
·
Bertiga ‘kumpulan dari tiga orang
1.11
Verba berprfiks ber- memiliki makna gramatikal ‘memberi’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+benda) dan (+berian). Contoh :
·
Bersedekah ‘memberi sedekah’
·
Berceramah’memberi ceramah’
·
Berkhotbah ‘memberi khotbah’
Catatan!!
Ada sejumlah kata berprefiks ber-
yang tidak bermakna gramatikal, melainkan idiomatical. Misal :
·
Berpulang ‘dengan makna meninggal’
·
Bersalin ‘dengan makna melahirkan’
·
Bertekuk lutut ‘bermakna menyerah’
- Verba
berkonfiks dan berklofiks ber-an
2.1
Verba
berkonfiks ber-an memiliki makna gramatikal ‘banyak serta tidak teratur’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+tindakan), (+sasaran) dan (+gerak). Contoh :
·
Berlarian ‘banyak yang lari dan tidak
teratur’
·
Berlompatan ‘banyak yang lompat dan tidak
teratur’
2.2
Verba
berkonfiks ber-an memiliki makna gramatikal ‘saling’ atau ‘berbalasan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+tindakan), (+sasaran), (+gerak). Contoh :
·
Bermusuhan ‘saling memusuhi;
·
Bertangisan ‘saling menangis’
2.3
Verba
berprefiks ber-an memiliki makna gramatikal ‘saling berada di’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+benda), (+letak) dan (+tempat). Contoh :
·
Bersebelahan ‘saling berada disebelah’
- Verba
berklofiks ber-kan
Verba berklofiks ber-kan dibentuk
dengan proses, mula-mula pada betuk dasar diimbuhkan prefiks ber-, lalu
diimbuhkan pula sufiks –kan. Misalnya, mula-mula pada dasar senjata diimbuhkan
prefiks ber- menjadi bersenjata, lalu bersenjata diimbuhkan pula sufiks –kan
sehingga menjadi bersenjatakan. Contoh :
Senjata : bentuk dasar
Ber + senjata : prefik ber-
Ber + senjata + kan : sufiks –kan
- Verba
bersufiks –kan
Dalam prosesnya, sufiks –kan, bila
diimbuhkan pada dasar yang memilik komponen makna (+tindakan) dan (+sasaran) akan membentuk verba
bitransitif, yaitu verba yang berobjek dua. Bila diimbuhkan pada dasar yang
lain, sufiks –kan akan membentuk pangkal (stem) yang menjadi dasar dalam
pembentukan verba inflektif.
Verba bersufiks-kan digunakan dalam :
(1) kalimat imperative. Contoh :
·
Lemparkan
bola itu kesini!
·
Tuliskan
namamu disini!
·
Gunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar!
·
Kalimat pasif yang predikatnya berpola :
(Aspek)
+ pelaku +verba, dan subjeknya menjadi sasaran tindakan. Contoh :
+ pelaku +verba, dan subjeknya menjadi sasaran tindakan. Contoh :
·
Rumah itu baru kami dirikan.
·
Jembatan itu akan merobohkan mereka.
·
Tugas itu belum saya laksankan.
·
Keterangan tambahan pada subjek atau objek
yang berpola : yang + (aspek) +pelaku +verba. Contoh :
·
Unag yang baru kami terima sudah habis lagi.
·
Kami melewati daerah yang sudah mereka amankan.
4.1
Verba
bersufiks –kan memiliki makna gramatikal ‘jadikan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+keadaan) atau (+sifat khas). Contoh “
·
Tenangan ‘jadikan tenang’
·
Damaikan ‘jadikan damai’
4.2
Verba
bersufiks –kan memiliki makna gramatikal ‘jadikan berada di’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+tempat) atau (+arah). Contoh :
·
Pinggirkan ‘jadikan berada di pinggir’
·
Daratkan ‘jadikan berada di tengah’
4.3
Verba
bersufiks –kan memiliki makna gramatikal ‘lakukan untuk orang lain’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+tindakan) dan (+sasaran). Contoh :
·
Bukakan ‘lakukan buka untuk orang lain’
·
Belikan ‘lakukan beli untuk orang lain’
4.4
Verba
bersufiks –kan memiliki makna gramatikal ‘lakukan akan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+tindakan) dan (+sasaran). Contoh :
·
Lemparkan ‘lakukan lempar akan’
·
Hapuskan ‘lakukan hapus akan’
4.5
Verba
bersufiks –kan memiliki makna gramatikal ‘bawa masuk ke’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+ruang). Contoh :
·
Asramakan ‘bawa masuk ke asrama’
·
Gudangkan ‘bawa masuk ke gudang’
- Verba
bersufiks –i
Apabila bersufiks-i adalah verba
transitif, yang juga sebagai pangkal (stem) dalam pembentukan verba inflektif.
Verba bersufiks-i digunakan dalam:
(1) kalimat imperative. Contoh :
·
Tolong gulai
the ini!
·
Mari kita hampiri anak itu!
·
Lompati
saja pagar itu!
(2) Kalimat
pasif yang predikatnya berpola : (aspek) + pelaku
+ verba, dan subjeknya menjadi sasaran perbuatan. Contoh :
+ verba, dan subjeknya menjadi sasaran perbuatan. Contoh :
·
Kemarin beliau sudah kami hubungi.
·
Anak-anak yatim itu harus kami santuni.
·
Gurumu itu mesti kamu hormati dengan baik.
(3) keterangan
tambahan pada subjek atau objek yang
berpola : yang
+ ( aspek) + pelaku + verba. Contoh :
+ ( aspek) + pelaku + verba. Contoh :
·
desa yang
akan kita kunjungi berada dibalik bukit itu.
·
Orang yang
harus kamu surati sudah ada disini.
·
Banjir melanda wilayah yang akan kita datangi.
5.1
Verba
bersufiks –i memiliki makna gramatikal ‘berulang kali’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen
makna (+tindakan) dan (+sasaran). Contoh :
·
Pukuli ‘pukul berulang kali’
·
Lempari ‘lempar berulang kali’
5.2
Verba
bersufiks –i memiliki makna gramatikal ‘tempat’
Apabila bentuk dasarnya mempunyai
komponen makna (+tempat). Misal :
·
Duduki, artinya ‘duduk di….’
·
Lewati, ‘lewat di…’
5.3
Verba
bersufiks –i memiliki makna gramatikal ‘merasa sesuatu pada’
Apabila bentuk dasarnya mempunyai
komponen makna (+sikap batin) atau (+emosi). Misal :
·
Kasihi, ‘merasa kasih pada’
·
Takuti, ‘merasa takut pada’
5.4
Verba bersufiks –i memiliki makna gramatikal
‘memberi atau membubuhi’
Apabila bentuk dasarnya mempunyai
komponen makna (+bahan berian). Misal:
·
Garami, ‘beri garam pada’
·
Nasihati, ‘beri nasihat pada’
5.5
Verba
bersufiks –i memiliki makna gramatikal ‘jadikan’ atau ‘sebabkan’
Apabila bentuk dasarnya mempunyai
komponen makna (+keadaan) atau (+sifat). Contoh :
·
Lengkapi, ‘jadikan lengkap’
·
Jauhi, ‘jadikan jauh’
5.6
Verba
bersufiks –i memiliki makna gramatikal ‘lakukan pada’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+tindakan) dan (+tempat). Missal :
·
Tulisi, lakukan tulis pada’
·
Tanggapi, ‘lakukan tanggap pada’
Catatan!!
Sufiks –i tidak dapat dibubuhkan pada
bentuk dasar yang diakhiri vikao I atau diftong ai, jadi bentuk-bentuk
‘mandii’, ‘pergii’, belii’, dan ‘cabaii’ tidak berterima.
- Verba
berprefiks per-
Verba berprefiks per- adalah verba
yang bisa menjadi pangkal dalam pembentukan verba inflektif. Verba berprefiks
per- dapat digunakan dalam :
(1) kalimat
imperative. Misalnya :
·
persingkat
bicaramu!
·
Perpanjang
dulu KTP-mu!
(2) Kalimat
pasif yang berpola : (aspek) + pelaku + verba :
·
Penjagaan akan kami perketat nanti malam.
·
Masjid ini akan kami perluas kea rah timur.
(3) Keterangan
tambahan pada subjek atau objek yang berpola : yang + aspek + pelaku + verba.
Missal :
·
Saluran yang telah kami perdalam kini telah dangkal lagi.
·
Mobil yang
belum lama kami perbaiki mogok lagi.
6.1
Verba
berprefiks per- memiliki makna gramatikal ‘jadikan lebih’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+kesehatan) atau (+situasi). Contoh :
·
Pertinggi, ‘jadikan lebih tinggi’
·
Perlebar, ‘jadikan lebih lebar’
6.2
Verba
berprefiks per- memiliki makna gramatikal ‘anggap sebagai’ atau ‘jadikan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
kompone makna (+sifat khas). Contoh :
·
Peristri, ‘jadikan istri’
·
Peranak, ‘jadikan anak’
6.3
Verba
berprefiks per- memiliki makna gramatikal ‘bagi’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+jumlah) dan (+bilangan). Contoh :
·
Perdua, ‘bagi dua’
·
Pertiga, ‘bagi tiga’
- Verba berkonfiks per-kan
Verba
berkonfiks per-kan adalah verba yang bisa menjadi pangkal dalam pembentukan
verba inflektif (berprefiks me-, berprefiks di-, berprefiks ter-). Verba
berkonfiks per-kan digunakan dalam :
(1)
kalimat
imperative. Missal:
·
persiapkan
dulu
bahan-bahanya!
·
Jangan perdebatkan
lagi masalah itu!
(2) Kalimat
pasif yang predikatnay berpola : (Aspek) + pelaku + verba. Contoh :
·
Masalah itu akan kami pertanyakan lagi.
·
Ususlmu itu sedang kami pertimbangkan.
(3) Keteragan
tambahan pada subjek atau objek yang berpola pada : yang + (aspek) + pelaku.
Contoh :
·
Tarian yang
sudah mereka pertunjukkan akan di ulang lagi.
·
Film yang
hendak mereka persembahkan perlu disensor dulu.
7.1
Verba
berkonfiks per-kan memiliki makna gramatikal ‘jadikan bahan per-an’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+kegiatan). Contoh :
·
Perdebatkan, ‘jadikah bahan perdebatan’
·
Pertanyakan, ‘jadikan bahan pertanyaan’
7.2
Verba
berkonfiks per-kan memiliki makna gramatikal ‘lakukan supaya’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+keadaan). Contoh :
·
Persamakan, ‘lakukan supaya sama’
·
Pertegas, ‘lakukan supaya tegas’
7.3
Verba
berkonfiks per-kan memiliki makna gramatikal ‘jadikan me-‘
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+tindakan). Contoh :
·
Perdengarkan, ‘jadikan orang lain
mendengar’
·
Perlihatkan, jadikan orang lain melihat’
7.4
Verba
berkonfiks per-kan memiliki makna gramatikal ‘’jadikan ber-‘
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+kejadian). Contoh :
·
Perhubungkan, ‘jadikan berhubungan’
·
Pergunsksn, ‘jadikan berguna’
- Verba
berkonfiks per-i
Verba berkonfiks per-I adalah verba
yang dapat menjadi pangal dalam pembentukan verba inflektif (berprefiks me-
inflektif, di- inflektif atau ter- inflektif). Verba berkonfiks per-i digunakan
dalam :
(1) Kalimat
imperative. Contoh :
·
Perbaiki
dulu sepeda ini!
·
Pergaulilah
istrimu dengan baik!
(2) Kalimat
pasif yang predikatnya berpola : (aspek) + pelaku + verba. Contoh :
·
Mobil itu baru kita perbaiki.
·
Tanah ini masih mereka persengkatai.
(3) Keterangan
tambahan pada subjek atau objek yang berpola : yang + (aspek) + pelaku +
verba.contoh :
·
Rumah yang
baru kami perbaiki terkena gempa.
·
Kasihan sekali anak-anak yang mereka perdayai itu.
8.1
Verba
berkonfiks per-i memiliki makna gramatikal ‘lakukan supaya jadi’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+keadaan). Contoh :
·
Perlengkapi, ‘lakukan supaya jadi lengkap’
·
Perbarui, ‘lakukan supaya jadi baru’
8.2
Verba
berkonfiks per-i memiliki makna gramatikal ‘lakukan pada objeknya’
Apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+tindakan) dan (+lokasi). Contoh :
·
Persetujui, ‘lakukan setuju pada objeknya’
·
Persepakati, ‘lakukan sepakat pada
objeknya’
- Verba
berkonfiks me-
Dapat berbentuk
me-,mem-,men-,meny-,meng-, dan menge-. Bentuk atau alomorf me- digunakan
apabila bentuk dasarnya dimulai dengan fonem r,I,w,y,m,n,ny,dan ng. contoh :
Merakit
Melekat
Mewarisi
meyakini
memerah
menanti
merawat
menyala
9.1
Verba berprefiks me- inflektif
9.1.1
Verba berprefiks me- inflektif
memiliki makna gramatikal ′melakukan
(dasar)′ apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ tindakan) dan (+
sasaran). Contoh: membeli, menulis, membaca.
9.1.2
Verba berprefiks me- inflektif
memiliki makna gramatikal ′melakukan
kerja dengan alat′ apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ tindakan)
dan (+ alat). Contoh: mengikir, memahat,
mengail, merantai, mengunci.
9.1.3
Verba berprefiks me- inflektif
memiliki makna gramatikal ′melakukan
kerja dengan bahan′ apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+
tindakan) dan (+ bahan). Contoh: mengapur,
mengecat, mengelem, menyemen.
9.1.4
Verba berprefiks me- inflektif
memiliki makna gramatikal ′membuat
dasar′ apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ tindakan) dan (+
benda hasil). Contoh: menyambal, menumis, menggambar.
9.2 Verba berprefiks me-derivatif
9.2.1
Verba berprefiks me- derivatif
memiliki makna gramatikal makan, minum, mengisap apabila bentuk dasarnya
memiliki komponen makna (+ makanan) atau (+ minuman) atau (+ isapan). Contoh:
merokok, menyate, menyoto.
9.2.2
Verba berprefiks me- derivatif
memiliki makna gramatikal mengeluarkan (dasar) apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (bunyi) atau (+ suara). Contoh:
mengeong, mengaum.
9.2.3
Verba berprefiks me- derivatif
memiliki makna gramatikal menjadi (dasar) apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+ keadaan, ) atau (+ warna) atau (+ bentuk) atau (+ situasi).
Contoh : menguning, mengecil, membesar.
9.2.4
Verba berprefiks me- derivatif
memiliki makna gramatikal menjadi seperti apabila bentuk dasarnya memiliki
komponen makna (+ sifat khas). Contoh: membatu, membaja, mengarang, mengapur,
menyemak.
9.2.5
Verba berprefiks me- derivatif
menuju. Contoh : menepi, mengutara, mendarat, mengudara, melangit.
9.2.6
Verba berprefiks me- derivatif
memperingati. Contoh : meniga hari, menujuh hari, menujuh bulan, menyeratus
hari, menyeribu hari.
- Verba
berprefiks di-hhayayg
Verba berkonfiks ke-an
Verba berkonfiks ke-an termasuk verba pasif, yang tidak dapat
dikembalikan ke dalam verba aktif, seperti verba pasif di-dan verba pasif ter-
makna gramatikal yang dimilikinya:
1. Terkena, menderita atau mengalami
2. agak bersifat.
Verba berkonfiks
ke-an memiliki makna
gramatikal ‘terkena, menderita, mengalami (dasar)’apabila untuk dasarnya
memiliki komponen makna (+ peristiwa alam) atau (+hal yang tdidak enak).
Contoh: Kebanjiran, artinya ‘terkena banjir’.
Kebakaran, artinya ‘menderita bakar’.
Kedinginan, artinya ‘menderita dingin’.
Kehausan, artinya ‘menderita haus’.
Kecopetan, artinya ‘terkena copet’.
Verba berkonfiks
ke-an memiliki makna
gramatikal ágak (dasar)’apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+
warna).
Contoh: Kehijauan, artinya ‘agak hijau’.
Kemerahan, artinya ‘agak merah’.
Kebiruan, artinya ‘agak biru’.
Kehitaman, artinya ‘agak hitam’.
Kekuningan, artinya ‘agak kuning’.
Perlu dicatat,
didalam pemakaian lazim disertai dengan
nama warna lain depannya dan bentuk reduplikasi.
Contoh : Hijau kekuningan atau hijau
kekuning-kuningan.
Merah kehitaman atau merah kehitam-hitaman.
Biru kemerahan atau biru kemerah-merahan.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi
Bahasa Indonesia ( Pendekatan Proses). Jakarta: Rinika Cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar