Nama :
Hesti Ambarwati
Kelas :
PBSI 2016 A
NIM : 166054
Afiksasi
pembentukan nomina
Pembentukan dengan afiksasi ini ada
yang dibentuk langsung dari akar, tetapi sebagaian besar dibentuk dari akar
melalui kels verba dari akar itu. Yang dibentuk langsung dari akar adalah
nomina turunan berkonfiks ke-an, seperti kepandaian yang bermakna ‘hal pandai’
dan kepartaian yang bermakna ‘hal partai’. Sedangkan contoh yang dibentuk dari
akar melalui verba dari akar adalah pembaca yang bermakna gramatikal ‘yang
membaca’, pembacaan yang bermaksud gramatikal ‘hasil membaca’ atau ‘yang
dibaca’.
Afiks-afiks pembentukan nomina:
1. Nomina
Berprefiks ke-
Nomina berprefiks ke- sejauh data yang ada hanyalah
tiga buah kata yaitu ketua, kekasih, dan kehendak ,Dengan
makna gramatikal “yang dituai”, “yang dikasihi”, dan “dikehendaki”.
2. Nomina
berkonfiks ke-an
Ada dua macam proses pembentukan nomina dengan konfiks
ke-an pertama dibentuk langsung dari bentuk dasar baik dari akar tunggal maupun
akar mejemuk.
Contoh : hutan + ke-an
= kehutanan
Olahraga
+ ke-an = keolahragaan
Kedua, dibentuk dari akar tetapi
melalui verba (yang dibentuk dari akar tersebut) yang menjadi predikat dalam
satu klausa.
Contohnya
:
-
Keberanian ( yang diturunkan dari verba
berani, dari klausa ‘mereka sungguh berani’)
-
Kesedihan ( yang diturunkan dari verba sedih,
dari klausa ‘kami sangat sedih’).
a. Nomina
berkonfiks ke-an yang dibentuk langsung dari bentuk
·
Nomina berkonfiks ke-an yang dibentuk
langsung dari dasar memiliki makna gramatikal ‘hal(dasar)’.
Contoh :
-kehutanan, artinya ‘hal
hutan’
-keolahragaan artinya
‘hal olahraga’
-kebersamaan artinya ‘hal
bersama’
-ketidakadilan artinya
‘hal tidak adil’
-keterbacaan artinya ‘hal
terbaca’
·
Nomina berkonfiks ke-an yang dibentuk
langsung dari bentuk dasar memiliki makna gramatikal ‘tempat (dasar)’ atau
‘wilayah (dasar)’.
Contoh :
-kelurahan artinya
‘wilayah lurah’
-kecamatan artinya
‘wilayah camat’
-kerajaan artinya
‘wilayah raja’
-kesultanan artinya
‘wilayah sultan’
-kepresidenan artinya
‘wilayah presiden’
b. Nomina berkonfiks ke-an yang dibentuk
dari dasar melalui verba (yang dibentuk dari dasar itu dan menduduki fungsi
predikat sebuah klausa) memiliki makna gramatikal ‘hal (dasar), dan ‘hasil’.
·
Nomina berkonfiks ke-an memiliki makna
gramatikal ‘hal(dasar) dan memiliki makna(+ keadaan). Contoh :
-keberanian artinya ‘hal
berani’
-kebencian artinya ‘hal
benci’
-kegembiraan artinya ‘hal
gembira’
·
Nomina berkonfiks ke-an memiliki makan
gramatikal ‘hasil me-kan’ apabila memiliki komponen makna (+tindakan) dan
(+sasaran). Contoh :
-ketetapan artinya ‘hasil
menetapkan’
-keputusan artinya ‘hasil
memutuskan’
-kesimpulan artinya ‘hal
menyimpulkan’
3. Nomina
Berprefiks pe-
a. Nomina
berprefiks pe- yang mengikuti kaidah persengauan
Prefiks pe- yang
mengikuti kaidah persengauan berbentuk pe-, pem-, pen-, per-, peng-, peny-, dan
penge-. Persengauannya sama dengan prefiks me-.
-perawat (verba : merawat)
-perakit (verba : merakit)
-pelintas (verba : melintas )
-pewaris (verba : mewarisi)
-peyakin (verba : meyakini)
·
Nomina berprefiks pe- memiliki makna
gramatikal ‘yang (dasar)’ contohnya :
-pendatang ( dari verba
datang)
-pemabuk (dari verba
mabuk)
-pemalas (dari verba malas)
-pemberani (dari verba
berani)
-penakut (dari verba
takut)
·
Nomina berprefiks pe- memiliki makna
gramatikal ‘yang me-(dasar)’. Contoh :
-penulis (dari dasar
tulis melalui verba menulis)
-penonton (dari dasar
tonton melalui verba menonton)
-pelatih (dari dasar
latih melalui verba melatih)
-pengawal (dari dasar
kawal melalui verba mengawal)
-pengajar (dari dasar
ajar melaluiverba mengajar)
·
Nomina berprefiks pe- memiliki makna
gramatikal ‘yang me-kan(dasar)’
Contohnya :
-penjinak (dari dasar
jinak melalui verba menjinakkan )
-pembersih (dari dasar
bersih melalui verba membersihkan )
-pewangi(dari dasar wangi
melalui verba mewangikan)
-penentu (dari dasar
tentu melaluiverba menentukan)
-penerbang (dari dasar
terbang melalui verba menerbangkan ).
·
Nomina berprefiks pe- memiliki makna
gramatikal ‘yang me-i(dasar)’. Contohnya :
-pewaris (dari dasar
waris melalui verba mewarisi )
-pengunjung( dari
dasar kunjung melalui verba mengunjungi)
-pelengkap ( dari dasar
lengkap melalui verba melengkapi)
-penurut (dari dasar
turut melalui verba menuruti).
b.
Nomina berprefiks pe- yang tidak
mengikuti kaidah persengauan.
·
Nomina berprefiks pe- yang tidak mengikuti
kaidah persengauan berkaitan dengan verba berprefiks ber- atau berkonfiks
memper-kan yang dibentuk dasar itu. Dan makna gramatikal ‘yang ber- (dasar)’.
Contohnya :
-peladang (dari dasar
lading melalui verba berladang)
-pedagang (dari dasar
dagang melalui verba berdagang)
-peternak (dari dasar
ternak melalui verba berternak )
-petapa (dari dasar tapa
melalui verba bertapa )
-petaruh (dari dasar
taruh melalui verba mempertaruhkan)
c.
Nomina berprefiks pe- melalui proses Analogi
Ada dua pembentukan nomina
berprefiks pe-yang dibentuk melalui proses analogi. Pertama bentuk penyuruh
(dengan makna gramatikal ‘yang menyuruh’), dan bentuk pesuruh (dengan makna
gramatikal ‘yang disuruh’). Contohnya:
-penatar
‘yang menatar dan petatar ‘yang ditatar’.
-penyuluh
‘yang menyuluh’ dan pesuluh ‘yang disuluh’.
-pengubah
‘yang mengubah’ dan peubah ‘yang diubah’.
4. Nomina
berkonfiks pe-an
a. Nomina
berkonfiks pe-an memiliki gramatikal ‘hal /proses
me-(dasar)’ apabila dibentuk dari dasar melalui verba berpreviks me- inflrktif.
Contoh :
-pembacaan artinya ‘hal
membaca’
-penulisan artinya ‘hal
menulis’
-pendengaran artinya ‘hal
mendengar’
-penutupan artinya ‘hal
menutup
-pembayaran artinya ‘hal
membayar’.
b. Nomina
berkonfiks pe-an memiliki makna gramatikal ‘hal /proses
me-kan(dasar)’. Contoh :
-pembenaran, artinya ‘hal
membenarkan’
-pengecualian artinya
‘hal mengecualikan’
-pemutihan artinya ‘hal
memutihkan’
-penggelapan artinya ‘hal
menggelapkan’
-penjelasan artinya ‘hal
menjelaskan’
c. Nomina berkonfiks pe-an memiliki makna
grmatikal ‘hal/ proses me-i (dasar)’.
Contohnya :
-pewarisan
artinya ‘hal mewarisi’
-pembenahan
artinya ‘hal membenahi’
-pelucutan
artinya ‘hal melucuti’
-pengerayangan
artinya ‘hal menggerayangi’
-pengobatan
artinya ‘hal mengobati’.
5. Nomina
berkonfiks per-an
Ada dua macam proses pembentukan nomina dengan konfiks
per-an. Pertama yang diturunkan dari dasar melalui verba berprefiks ber- dan
kedua yang dibentuk langsung dari dasar nomina.
a. Nomina
berkonfiks per-an yang dibentuk dari dasar melalui verba ber-. Contohnya:
-perdagangan (dari verba
berdagang)
-perselingkuhan (dari
verba berselingkuh)
-perladangan (dari verba
berselingkuh)
-pergaulan (dari verba
bergaul
-perdebatan (dari verba
berdebat).
b.
Nomina berkonfiks per-an yang dibentuk dari dasar (baik akar maupun bukan)
nomina , contohnya :
-
perkaretan
-
perburuhan
-perkantoran
-perbelanjaan
-perkeretaapian
6. Nomina
bersufiks –an
Ada
tiga macam proses pembentukan sufiks –an.
a. Nomina
bersufiks –an yang dibentuk dari dasar melalui verba
berprefiks me- inflektif memiliki makna gramatikal ‘hasil me- (dasar)’ dan
obyeknya menyatakan ‘hasil’.
-tulisan dalam arti
‘hasil menulis
-masakan dalam arti
‘hasil memasak
-gelian dalam arti ‘hasil
menggali’.
·
Nomina bersufiks –an yang dibentuk dari
dasar melalui verba berprefiks me-inflektif memiliki makna gramatikal ‘yang di-
(dasar) dan obyeknya menyatakan ‘sasaran’ seperti nimina makanan, bacaan, dan
tahanan. Contohnya:
-makanan di lemari sudah tidak tersisa lagi
-bahan bacaan tersedia lengkap
-tahanan polisi itu berhasil melarikan diri
·
Nomina bersufiks –an yang dibentuk dari dasar
melalui verba berprefiks me- inflektif
memiliki makna gramatikal ‘alat(me-)’. Contoh :
-mobil ini mogok karena saringan bensinnya tersumbat.
b.
Nomina bersufiks –an yang dibentuk dari dasar melalui verba berprefiks ber-
memiliki makna gramatikal ‘tempat ber- (dasar). Misalnya nomina kubangan,
tepian, dan pangkalan.
c. Nomina
bersufiks –an yang dibentuk dari
dasar langsung memiliki makna gramatikal
·
Nomina bersufiks –an yang dibentuk
langsung dari dasar akan mempunyai makna gramatikal ‘tiap-tiap’ apabila bentuk
dasarnya memiliki komponen makna (+ukuran) atau (+takaran) contohnya :
-majalah ini terbit
bulanan
-kami Cuma bisa membeli
beras literan
-bahan pakaian ini dijual
meteran
·
Nomina bersufiks –an yang dibentuk
langsung dari dasar akan mempunyai makna gramatikal ‘banyak (dasar) seperti
ubanan, kutuan, dan jamuran contoh :
-kakak masih muda, tetapi
rambutnya masih ubanan
-beras ini sudah kutuan
dijual murah-murah
·
Nomina bersufiks –an yang dibentuk
langsung dari dasar akan mempunyai makna gramatikal bersifat (dasar) seperti
nomina murahan, asinan.
-saya tidak mau membeli
barang murahan
-asinan ini tidak ada
ketimunnya.
7. Nomina
bersufiks –nya
a. Nomina
bersufiks –nya memiliki makna gramatikal
‘hal’ memiliki makna (+keadaan) seperti kata-kata naiknya, mahalnya, luasnya
pada kalimat berikut:
-naiknya
harga bbm mengurangi pendapatan sopir taksi
-mahalnya
harga sembako semakin memelaratkan rakyat banyak
-luasnya
daerah bencana menyulitkan petugas pertolongan.
b. Nomina
bersufiks –nya memiliki makna gramatikal ‘penegasan’seperti nasinya, pulangnya,
datangnya. Contoh dalam kalimat:
-mau
makan, nasinya habis.
-jangan
lupa, pulangnya beli oleh-oleh
-datangnya
pak camat disambut hangat oleh masyarakat.
8. Nomina
berprefiks ter-
Nomina
berprefiks ter- dengan makna gramatikal ‘yang di-(dasar)’ hanya dapat sebagai
istilah dalam bidang hukum. Nomina tersebut adalah tersangka, terperiksa,
terdakwa, tergugat, tertuduh, terhukum,dan terpidana.
9. Nomina
berinfiks –el-, -em-, dan –er-
Infiksasi
dalam bahasa Indonesia sudah tidak produktif lagi. Artinya tidak digunakan lagu
untuk membentuk kata-kata baru, sejauh ini berinfiks yang ada adalah:
-
Telapak =
tapak
-
Telunjuk =
tunjuk
-
Gemetar =
getar
-
Seruling =
suling
-
Geletar =
getar
-
Gerigi =
gigi
-
Pelatuk =
patuk
-
Genderang =
gendang
10. Nomina bersufiks asing
Dalam
perkembangannya bahasa Indonesia banyak menyerap kosakata asing terutama dari
bahasa arab, inggris, dan belanda. Artinya kosa kata itu diserap sekaligus
dengan ‘sufiks’ yang menjadi penanda kategori kata serapan itu.
a) In
pada kata hadirin
Muslimin
Mukminin
Mukimin
Muhajirin
Dengan makna gramatikal
‘laki-laki yang (dasar)’
b) at
pada kata hadirin
muslihat
mukminat
Dengan makna gramatikal
‘perempuan yang (dasar)’
c) –ah
pada kata gairah
Hafizah
Dengan makna gramatikal ‘perempuan
yang (dasar)’
d) Si
pada kata kritisi
Musisi
Politisi
Teknisi
Redaksi
Dengan makna gramatikal ‘yang
bergerak dalam bidang (dasar)’
e) –ika
pada kata fisika
Mekanika
Linguistika
Matematika
Fonetika
Dengan makna gramatikal ‘ilmu
tentang(dasar)’
f) –ir
pada kata importir
Eksportir
Leveransir
Donasir
Dengan makna gramatikal ‘pelaku
kegiatan (dasar)’
g) –ur
pada kata direktur
Kondektur
Redaktur
Inspektur
Dengan makna gramatikal ‘laki-laki
yang menjadi (dasar)’
h) –us
pada kata politikus
Musikus
Kritikus
Dengan makna gramatikal ‘orang-orang
yang melakaukan (dasar)’
i) –isme
pada kata kapitalisme
Feodalisme
Ismalisme
Dengan makna gramatikal ‘paham
mengenai (dasar)’
j) –sasi
pada kata organisasi
Spesialisasi
Inventarisasi
Tendanisasi
Neonisasi
Dengan makna gramatikal ‘proses
pe-an(dasar)’
k) –or
pada kata akor
Dictator
Proglamator
Konduktor
Indicator.
Daftar Pustaka
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi
Bahasa Indonesia ( Pendekatan Proses). Jakarta: Rinika Cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar